Kamis, 19 Mei 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Perangkat Pembelajaran" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Perangkat Pembelajaran. Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dahulu  salah satu upaya agar pembelajaran bisa lebih efektif ialah dengan mengetahui apa itu perangkat pembelajaran, karena dengan ini guru bisa mempersiapkan pembelajaran dalalm melaksanakan belajar mengajar. Nah, sebelum ke pengertian perangkat pembelajaran, ketahui terlebih dahulu pengertian dari perangkat dan pembelajaran. Perangkat disini adalah sejumlah bahan, alat, media, petunjuk atau pedoman yang akan digunakan dalam proses pencapaian kegiatan yang diinginkan. Dan pembelajaran yang dikemukakan oleh Sanjaya (2010: 26) adalah proses kerjasama antar guru dan peserta didik dalam memanfaatkan segala potensi dan sumber daya yang ada baik potensi yang bersumber dari dalam diri siswa itu sendiri seperti minat, bakat dan kemampuan dasar yang dimiliki termasuk gaya belajar maupun potensi yang ada di luar diri siswa seperti lingkungan, sarana dan sumber belajar sebagai upaya untuk mencapai tujuan belajar tertentu. 

Jadi, pengertian perangkat pembelajaran ini sendiri merupakan sebuah media yang digunakan sebagai pedoman atau petunjuk dalam sebuah proses pembelajaran. Yang mana, perangkat pembelajaran bertujuan untuk memenuhi suatu keberhasilan guru dalam mengajar. Sedangkan menurut Zuhdan (2012: 17), perangkat pembelajaran adalah instrumen atau perlengkapan untuk melakukan kegiatan mendidik siswa. Perangkat pembelajaran merupakan pedoman guru untuk aktivitas pembelajaran, baik itu di dalam kelas, luar kelas dan laboratorium. Kemudian dalam Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran. 

Jenis-Jenis Perangkat Pembelajaran, diantaranya yaitu: 

- Silabus, yang merupakan seperangkat rencana serta pengaturan pelaksanaan pembelajaran dan penilaian yang disusun secara sistematis atau teratur, yang memuat komponen-komponen yang saling berkaitan untuk mencapai penguasaan kompetensi dasar. Silabus juga dapat diartikan sebagai rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelasnya masing-masing, sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan di daerah setempat. 

- Program Tahunan, yang merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas, yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan sebagai pedoman bagi pengembangan program-program selanjutnya, seperti program semester, program mingguan, dan program harian atau program pembelajaran setiap pokok bahasan. 

- Program Semester, adalah rancangan kegiatan belajar mengajar secara garis besar yang dibuat dalam jangka waktu satu semester dengan memperhatikan program tahunan dan alokasi waktu tiap minggu. Program semester merupakan penjabaran dati program tahunan. Isi dari program semester adalah tentang bulan, pokok bahasan yang hendak disampaikan, waktu yang direncanakan, serta keterangan. 

- Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), adalah rancangan pembelajaran mata pelajaran per unit yang akan ditetapkan oleh guru dalam pembelajaran di kelas. RPP pada hakikatnya merupakan perencanaan untuk memperkirakan apa yang akan dilakukan dalam pembelajaran. RPP perlu dikembangkan untuk mengkoordinasikan komponen pembelajaran, yakni: kompetensi dasar, materi standar, indikator hasil belajar, dan penilaian. 

- Kalender Akademik, adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender akademik mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran yang efektif, dan hari libur. 

- Rincian Pekan Efektif (RPE), adalah hitungan hari-hari efektif yang ada pada tahun pelajaran berlangsung. Untuk menyusun RPE yang harus dilihat dan diperhatikan adalah kalender akademik yang sedang berlangsung serta menjadi pedoman sekolah dalam menetapkan jumlah pekan efektif. 

Perangkat pembelajaran bermanfaat sebagai pedoman guru ketika aktivitas pembelajaran, sebagai perbandingan evaluasi guru selama mengajar, peningkatan profesionalisme, dan mempermudah seorang guru dalam membantu proses fasilitas pembelajaran. Sedangkan tujuan dari adanya perangkat pembelajaran adalah untuk memenuhi keberhasilan seorang guru dalam pembelajaran. 

Urutan susunan perangkat pembelajaran yaitu halaman depan, lembar pengesahan, visi dan misi sekolah, kalender akademik, silabus, KKM, analisis minggu atau pekan efektif, program tahunan, program semester dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 

Adapun komponen RPP yang penting adalah sebagai berikut :

1. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan.

2. Identitas mata pelajaran atau tema.

3. Kelas atau semester.

4. Materi Pokok.

5. Alokasi waktu, yang ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian kompetensi dasar dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus serta kompetensi dasar yang harus dicapai. 

6. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan kompetensi dasar, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 

7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi. 

8. Materi pembelajaran yang memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. 

9. Metode pembelajaran digunakan oleh guru atau pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan kompetensi dasar yang akan dicapai. 

10. Media pembelajaran yang berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran.

11. Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lainnya yang relevan. 

12. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. 

13. Penilaian hasil pembelajaran. 



Sumber bahan bacaan :

https://www.tripven.com/perangkat-pembelajaran/

https://duniapendidikan.co.id/perangkat-pembelajaran/

Sabtu, 14 Mei 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Kurikulum" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Kurikulum. Perlu diketahui terlebih dahulu, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang semula digunakan dalam bidang olahraga, yaitu currere yang berarti jarak tempuh lari atau jarak yang harus ditempuh dalam kegiatan berlari mulai dari start  hingga finish. Sedangkan kurikulum dalam bahasa Arab diartikan dengan Manhaj, yakni jalan yang terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada bidang kehidupannya. Al-Khauly (1981) menjelaskan al-Manhaj sebagai seperangkat rencana dan media untuk mengantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan. Dalam konteks pendidikan, kurikulum berarti jalan terang yang dilalui oleh pendidik atau guru dengan peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai-nilai. 

Menurut Team Pembina mata kuliah Didaktif Metodik IKIP Surabaya (1981), "kurikulum ialah pelajaran tertentu yang diberikan sekolah atau perguruan tinggi yang ditujukan untuk mencapai satu tingkat atau ijazah. Sedangkan definisi kurikulum yang tertuang dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 dikembangkan ke arah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dengan demikian, ada tiga komponen yang termuat dalam kurikulum, yaitu tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara pembelajaran, baik yang berupa strategi pembelajaran maupun evaluasinya. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang dinamakan kurikulum sekolah secara luas merupakan keseluruhan pengalaman peserta didik baik saat berada di dalam kelas dalam artian terjadwal, di luar kelas atau seperti di halaman, di ruang praktek, di laboratorium atau perpustakaan, dan maupun di luar sekolah seperti kunjungan wisata, ke museum atau ke tempat-tempat lain yang mempunyai misi dan tujuan pembelajaran, program tersebut berada dibawah tanggung jawab sekolah. 

Manfaat kurikulum adalah dapat membuat peserta didik mengerti sistem pendidikan yang telah diterapkan, sehingga peserta didik dapat memutuskan pendidikan yang diinginkan pada jenjang selanjutnya. Kurikulum berfungsi sebagai sarana untuk mengukur kemampuan diri dan juga sebagai isi untuk mencapai tujuan pendidikan, serta untuk pengejaran target dalam memahami materi yang diberikan. 

Prinsip-prinsip kurikulum diantaranya adalah: 

1. Prinsip Relevansi, maksudnya ialah program pendidikan harus berhubungan atau berkaitan dengan kehidupan peserta didik, baik itu kehidupan sekarang ataupun kehidupan yang akan datang. Serta berkaitan dengan tuntutan dunia kerja dan juga pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

2. Prinsip Fleksibilitas, maksudnya ialah kurikulum yang digunakan itu tidak kaku. Dalam artian proses pembelajaran itu harus memperhatikan kondisi perbedaan yang ada dalam diri peserta didik. Jadi, sebagai guru harus mengembangkan program pembelajaran sesuai dengan situasi dan kondisi serta tempat di mana kurikulum itu diterapkan. 

3. Prinsip Kontinuitas, maksudnya ialah proses belajar peserta didik itu tidak terputus-putus atau berhenti-berhenti. Pengalaman-pengalaman yang disediakan pada kurikulum hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya. Pengembangan kurikulum juga harus bekerja sama, selalu komunikasi antar para pengembang kurikulum, baik pada sekolah dasar dengan SMP, SMA, dan perguruan tinggi. 

4. Prinsip Praktis atau Efisiensi, maksudnya ialah mudah dilaksanakan atau dapat dikatakan jika proses belajar mengajar itu efisien dengan usaha, biaya dan waktu yang digunakan dapat menyelesaikan program pembelajaran dengan hasil yang seoptimal mungkin. 

5. Prinsip Efektivitas, maksudnya ialah sejauh mana kegiatan belajar mengajar yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik, dan juga sejauh mana tujuan-tujuan pembelajaran telah dapat dicapai melalui kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan. Pelaksana kurikulum di lapangan dalam merencanakan kegiatan program belajar mengajar harus secara cermat dalam memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi, sehingga strategi yang diterapkan benar-benar sudah efektif dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya. 

Sejak orde baru (1966) sampai dengan sekarang (2013) telah terjadi tujuh kali perubahan atau pergantian kurikulum, yaitu diantaranya:

a. Kurikulum tahun 1968  yang materinya berbentuk Separated Subject Curriculum atau kurikulum berbentuk mata pelajaran. 

b. Kurikulum tahun 1975, yang mana kurikulum ini berbentuk mata pelajaran terpisah tetapi sudah mempunyai pendekatan sistem yang dikenal dengan pendekatan PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional), dokumen kurikulumnya berbentuk matriks dan bersifat sentralistik (fully given by government). 

c. Kurikulum tahun 1984, pada kurikulum ini sudah berbentuk mata pelajaran korelasi dan broad field. Yang semula isi kurikulum ini bersifat sentralistik, namun pada tahun 1987 ada penyempurnaan atau yang disebut Saplement curriculum 1984, yaitu adanya kurikulum muatan lokal (mulok), di sini materi mulok belum berdiri sendiri melainkan bagian integral dari kurikulum nasional. 

d. Kurikulum tahun 1994, kurikulum ini berbentuk mata pelajaran korelasi atau broad field sedangkan format kurikulumnya berbentuk naratif, isi kurikulum teridiri 80% muatan inti atau kurikulum nasional dan 20% kurikulum muatan lokal. Pada kurikulum ini muatan lokal berdiri sendiri sebagai mata pelajaran yang utuh. Kurikulum ini didasarkan pada Undang-Undang RI No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada tahun 1999 kurikulum ini disempurnakan dengan pembinaan karier. 

e. Kurikulum 2004, kurikulum ini mengantisipasi berlakunya UU Otonomi Daerah dan kurikulum ini didasarkan undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Kurikulum ini berbentuk matriks yang terdiri dari standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), dan selanjutnya dijabarkan dalam bentuk indikator. 

f. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, kurikulum ini sebenarnya penyempurnaan dari kurikulum tahun 2004, yang sudah mempunyai Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan), kemudian dikokohkan lagi dengan Permen Diknas No. 22 tahun 2006 tentang standar isi, no. 23 tentang standar kompetensi lulusan (SKL) dan no. 24 tentang pelaksanaan standar isi (KTSP). Yang selanjutnya kurikulum ini dikembangkan dan dijabarkan oleh masing-masing satuan lembaga pendidikan. 

g. Kurikulum 2013, kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya yaitu KBK 2004 dan KTSP 2006. Kurikulum ini penyederhanaan materi dalam bentuk tematik dan dalam evaluasi pembelajaran menerapkan penilaian autentik. 



Sumber bahan bacaan : 

Drs. H. Hamdan, M.Pd. 2014. Pengembangan Kurikulum PAI Teori dan Praktek. Banjarmasin: IAIN Antasari Press. hlm. 2-5 dan 7-8

Prof. Dr. H. Muhaimin, M.A. 2012. Pengembangan Kurikulum PAI di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta: Rajawali Pers.

Laporan Bacaan Mengenai "Perangkat Pembelajaran" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiya...