Sabtu, 02 April 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Manajemen Sekolah" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Manajemen Sekolah. Yang mana manajemen sekolah ini adalah salah satu kegiatan pengelolaan proses pendidikan dalam suatu sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik. Pengelolaan tersebut dilakukan dengan merencanakan, mengorganisasikan, mengajar atau melaksanakan, dan mengawasinya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Adanya manajemen sekolah ini agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan kinerja sekolah, yang juga didalamnya terdapat keterlibatan guru, siswa, warga sekolah, bahkan masyarakat sekitar. Karena jika semakin baik manajemen sekolah, maka mutu pendidikan sekolah tersebut juga akan semakin baik. Selain meningkatkan mutu pendidikan, manajemen sekolah juga dapat meningkatkan partisipasi sekolah dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan, sekolah juga memastikan keterlibatan staf, orang tua siswa, siswa itu sendiri, serta masyarakat sekitar. 

Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yakni aspek eksternal yang mana berhubungan dengan pihak yang ada dilingkungan luar sekolah, seperti masyarakat setempat atau sekitarnya, RT atau RW setempat (pemimpin masyarakat), kepala daerah, hingga pemerintahan yang berkaitan langsung dengan fungsi sekolah. Kemudian yang kedua aspek internal, nah ini lebih ke semua yang ada disekolah, seperti gedung sekolah itu sendiri, kelas-kelas, organisasi yang ada disekolah, kepada sekolah, guru, siswa, staf tata usaha, dan juga semua pihak yang ada disekolah, yang mempunyai peran dalam membantu kemajuan sekolah. 

Manajemen sekolah berfungsi untuk memberikan kebebasan dan kekuatan yang besar dalam menjaga sekolah serta berbagai tanggung jawab yang harus dipegang dan dilaksanakan. Inilah beberapa tanggung jawab tersebut diantaranya mengembangkan strategi manajemen sekolah, kemudian sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru dan memungkinkan guru itu untuk terus fokus pada lebih banyak tantangan yang akan dihadapinya. Selain itu, menurut G. R. Terry mengatakan bahwa terdapat empat fungsi manajemen sekolah, diantaranya perencanaan atau planning, pengorganisasian atau organizing, pelaksanaan atau actuating, dan pengawasan atau controling. Secara garis besar, para ahli lainnya juga memaparkan fungsi manajemen sekolah yang sama atau serupa. 

Sementara itu, Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas mengemukakan bahwa terdapat beberapa bidang kegiatan dalam manajemen sekolah, antara lain :

1. Manajemen kurikulum, ini merupakan aspek utama dalam sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Prinsip dasar dalam manajemen kurikulum ini adalah mengusahakan agar kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan alur kerja yang telah ditentukan. Terdapat empat  tahapan di manajemen kurikulum ini, diantaranya merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, serta mengendalikan. 

2. Manajemen kesiswaan, yang mana berfungsi untuk mengatur segala sesuatu tentang siswa yang juga menjadi bagian dari organisasi sekolah. Manajemen kesiswaan ini berbicara tentang bagaimana seharusnya para siswa itu diperlakukan, bagaimana guru harus mengamati kondisi masing-masing siswa, mengakui perbedaan yang ada dalam diri masing-masing siswa, bagaimana caranya dalam memberikan motivasi supaya siswa mau belajar bahkan dengan semangat yang tinggi, dan bagaimana guru mampu membantu siswa dalam mengembangkan potensi dalam dirinya masing-masing. 

3. Manajemen personalia, berbicara tentang bagaimana meningkatkan kualitas sekolah dengan memanfaatkan sumber daya manusia terbaik, dan bagaimana menciptakan budaya ketika kerja atau mengajar yang sehat agar semua pihak yang terlibat bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan, juga dengan memberikan yang terbaik buat kemajuan sekolah. 

4. Manajemen keuangan, ini sudah pasti berkaitan tentang seputaran dana yang masuk dan yang keluar, dan bagaimana caranya menciptakan peraturan yang mampu memberikan keuntungan supaya sekolah bisa tetap beroperasi atau berjalan dengan baik. 

5. Manajemen infrastruktur, manajemen ini mengatur segala infrastruktur yang ada di sekolah, kemudian mendata, merawat seluruh sarana dan prasarana yang ada di dalam sekolah secara teratur sesuai waktu yang ditetapkan, dan tata cara dalam merawat serta memperbarui data-datanya. 

Untuk membuat manajemen sekolah yang baik tentu yang perlu dilakukan yaitu diskusi bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari pihak yang akan terlibat nantinya. Selain berusaha untuk memenuhi segala aaspe-aspek pada manajemen sekolah, usahakan juga untuk membuat manajemen yang dalam artian bisa diperbarui atau dapat diganti ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak atau mengganti manajemen sekolah, yang tentunya ke arah yang lebih baik. 

Selanjutnya untuk manfaat pada manajemen sekolah oleh Departemen Pendidikan Nasional diantaranya adalah meningkatkan kesadaran untuk memberikan pendidikan antara masyarakat dan warga sekolah dalam pengambilan keputusan bersama, terus mengembangkan perhatian atau tanggapan sekolah kepada orang tua, masyarakat dan juga pemerintah terhadap mutu sekolah, serta memperkuat persaingan yang sehat antar sekolah untuk tercapainya mutu pendidikan yang diharapkan. 

Prinsip-prinsip dalam manajemen sekolah, diantaranya adalah prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif manusia. Yang pertama prinsip ekuifinalitas, yang mana ini merupakan prinsip dasar yang sesuai dengan teori pada bisnis modern. Pada prinsip ini, manajemen sekolah itu menekankan pada fleksibilitas, sehingga sekolah diharuskan warga sekolah yang mengelola dalam setiap situasi. Yang kedua prinsip desentralisasi, prinsip ini sejalan dengan prinsip kesetaraan. Prinsip ini didasarkan pada teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan kegiatan pendidikan itu tidak dapat menghindari kesulitan dan juga masalah. Yang mana, pendidikan itu merupakan persoalan yang kompleks dan kompleks ini memerlukan desentralisasi untuk melaksanakannya. Yang ketiga prinsip sistem pengelolaan mandiri, prinsip ini berkaitan dengan asas desentralisasi sebelumnya. Dimana ketika sekolah menghadapi masalah, mereka harus menyelesaikan masalah tersebut dengan caranya sendiri. Dan prinsip yang terakhir yaitu prinsip inisiatif manusia. Dalam sudut pandang prinsip ini, kepemimpinan sekolah itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sesuai di mana warga sekolah bisa bekerja dengan baik serta mengembangkan potensi mereka. Oleh sebab itu, peningkatan mutu pendidikan ini dapat dinilai dari segi pengembangan sumber daya manusia. Prinsip ini mengakui bahwa sumber daya yang dinamis, tetapi bukan sumber daya yang statis. 

Sekian laporan bacaan saya, kurang lebihnya saya mohon maaf dan terima kasih. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Sumber bahan bacaan :

https://seonindonesia.com/manajemen-sekolah-2/

https://pijarsekolah.id/manajemen-sekolah-sebagai-mengembangkan-pendidikan-sekolah/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Bacaan Mengenai "Perangkat Pembelajaran" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiya...