Sabtu, 09 April 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Manajemen Kelas" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam, semester 4, kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Manajemen Kelas. Yang mana manajemen itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 909-910) memiliki dua artian, yang pertama manajemen adalah proses pemakaian sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, dan yang kedua manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan, kelas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 669) adalah ruang tempat belajar di sekolah. Yang mana kelas ini merupakan sebuah ruangan yang berisi beberapa meja, kursi, papan tulis dan alat lainnya yang digunakan guru ataupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah proses pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien. Manajemen kelas merupakan salah satu persyaratan penting yang dapat menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Dan juga manajemen kelas itu salah satu yang menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Oleh karena itu, sudah terlihat jelas bahwa peran guru dalam manajemen kelas itu sangat berpengaruh pada keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. 

Dalam definisi lain, manajemen kelas adalah seni dan praktis kerja yang dilakukan oleh guru, baik secara individu atau dengan orang lain maupun melalui orang lain seperti tim pengajar dengan teman sejawat atau juga siswa sendiri, yang mana bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Manajemen kelas ini sendiri memiliki proses yakni perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau evaluasi. Maksud dari perencanaan disini ialah perencanaan pembelajaran yang meliputi program tahunan, program semester, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan lain sebagainya. Selanjutnya, pelaksanaan disini bermakna proses pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas. Sedangkan pengawasan atau evaluasi pembelajaran ini teridiri dari dua jenis yaitu evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. 

Menurut Johnson dan Bany (1970), manajemen kelas pada konsepsi lama itu diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Yang mana guru pada konsepsi lama ini bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual atau perseorangan. Sedangkan manajemen kelas pada konsepsi modern adalah proses seleksi menggunakan alat yang tepat terhadap masalah dan situasi manajemen kelas. 

Penciptaan kelas yang nyaman merupakan salah satu upaya dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan rangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan atau memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik itu dapat belajar dengan baik. Keefektifan manajemen kelas sangat tergantung kepada bagaimana guru memahami situasi kelas dan pelaksanaan pembelajarannya. 

Contoh kelas yang tidak baik dan perlu untuk dihindari itu jika guru mengajar tanpa menyiapkan satuan pelajaran, tanpa media, tanpa metode, keadaan kelas yang tenang tanpa aktivitas para siswa dalam mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajar demi tercapainya tujuan belajar. Nah, dengan adanya perubahan tuntutan kondisi atau ketertiban kelas agar proses belajar lebih berkualitas, maka guru perlu mengetahui manajemen kelas dalam proses belajar. Di setiap proses pembelajaran yang dengan menggunakan metode, media, pendekatan tertentu itu menuntut suasana kelas tertentu pula. 

Tujuan dari manajemen kelas ialah menciptakan suasana atau kondisi yang memungkinkan dapat berlangsungnya proses belajar yang efektif bagi siswa dalam kelas. Sebagaimana menurut Djamarah dan Zain (2010: 178), dengan menyediakan fasilitas berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Di mana fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan tersendiri, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan menurut Arikunto (1988: 68), tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga dapat tercapai segera tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. 

Adapun kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas, yang mana ini sebagai aspek-aspek manajemen kelas, diantaranya adalah mengecek kehadiran siswa, mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, lalu memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut, pendistribusian alat dan bahan, mengumpulkan informasi siswa, mencatat data, menyampaikan materi pelajaran dan memberikan tugas atau pekerjaan rumah pada siswa. 

Masalah atau kasus yang ditemui guru pada manajemen kelas diantaranya adalah seperti tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas misalnya materi pelajaran yang diberikan pada siswa terlalu sulit dipahami sehingga tidak bisa diikuti oleh siswa, untuk itu lakukanlah penyesuaian agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Selanjutnya fasilitas yang diperlukan misalnya alat, media, bahan, tempat, dan lain sebagainya akan memungkinkan siswa belajar dengan semangat. Kondisi siswa misalnya siswa yang belajar kelihatan sudah capek atau lesu dan tidak bersemangat lagi dalam mengikuti pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi dalam kelas. Dan yang terakhir teknik mengajar guru misalnya guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang membosankan membuat suasana kelas jadi tidak menyenangkan. 

Manajemen kelas ditujukan pada kegiatan yang menciptakan suasana dan menjaga kondisi kelas dengan optimal terhadap terjadinya proses belajar siswa, seperti dengan membentuk hubungan yang baik antara guru dan siswa, pengaturan lingkungan pembelajaran, seperti tempat duduk, perlengkapan alat dan bahan untuk mengajar, pengaturan dalam memberikan tugas, dan seluruh kegiatan dalam lingkungan kelas. 

Untuk itu, jadilah guru yang profesional dalam mengelola kelas, membuat suasana yang kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. 


Sumber bahan bacaan :

https://www.dosenpendidikan.co.id/manajemen-kelas/

http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/1_Konsep-Dasar-Mnj-Kelas.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laporan Bacaan Mengenai "Perangkat Pembelajaran" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiya...