Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Karakteristik Peserta Didik. Perlu diketahui terlebih dahulu pengertian dari karakteristik itu sendiri, yang karakteristik berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang dengan sifatnya yang relatif tetap. Jadi, karakteristik peserta didik bisa diartikan keseluruhan pola kelakuan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) mengemukakan karakteristik peserta didik adalah latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar. Dapat disimpulkan dari pengertian diatas bahwa karakteristik peserta didik adalah untuk lebih mengenal ciri-ciri dari setiap peserta didik, yang mana nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dari melihat ciri-ciri setiap peserta didik tersebut. Ini bertujuan untuk memberikan informasi penting yang dapat dijadikan bahan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.
Suatu proses dalam pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak itu tergantung oleh seberapa tingginya tingkat pemahaman pendidik atau guru tentang karakteristik yang dimiliki setiap peserta didiknya. Karena pemahaman pendidik tentang karakteristik peserta didiknya itu sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang harus dilakukan, dan juga penilaian yang tepat atau benar bagi peserta didik. Dilihat dari sinilah sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan atau bahan para pendidik dalam melaksanakan seluruh aktivitas pembelajaran dan tugasnya dalam menjadi pendidik. Untuk itu kita perlu ketahui jenis atau ragam dari karakteristik peserta didik, yang mana jenisnya meliputi etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, serta perkembangan motorik.
Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai jenis atau ragam dari karakteristik peserta didik tersebut, berikut inilah penjelasan dari jenis-jenis yang telah disebut diatas.
1) Etnik atau etnis atau suku bangsa, bahwa dalam kelas bahkan sekolah tertentu pasti terdapat beragam suku bangsa atau etnik, diantaranya seperti dalam satu kelas memiliki peserta didik etnik Jawa, Madura, Sunda, Bali, Minang, Bugis, dan lain sebagainya. Nah, bagi pendidik perlu memperhatikan jenis etnik aa saja yang terdapat dalam kelasnya untuk melakukan proses pembelajaran. Data mengenai keberagaman etnik di kelasnya menjadi informasi yang sangat penting bahkan berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Bagi seorang pendidik dalam menghadapi peserta didik yang hanya satu etnik dikelasnya tidak sesulit yang beragam etnik atau mukti etnik. Proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik haruslah dapat menggunakan bahasa yang dapat dimengerti atau dipahami oleh semua peserta didiknya, apalagi ketika memberikan contoh dalam materi yang sedang dibahas hendaknya contoh yang dapat dipahami oleh semuanya.
2) Kultural atau budaya, peserta didik yang juga merupakan anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah pasti mendukung budaya tersebut. Budaya yang ada ini sangatlah beragam, diantaranya seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang para pendidik hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang dihadapi merupakan kelas multikultural.
3) Status Sosial, di suatu kelas biasanya terdapat peserta didik yang berasal dari status sosial atau perekonomian yang berbeda-beda. Peserta didik yang bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Dari perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri terkadang dijumpai status sosial yang berbeda bisa menghambat peserta didik dalam belajar kelompok. Jadi, implikasinya pendidik harus bersikap atau mampu bertindak adil.
4) Minat, merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya. Minat belajar peserta didik juga memegang peranan penting, sehingga dibutuhkan untuk terus mengembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik.
5) Perkembangan Kognitif yang dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media dan jenis evaluasi. Menurut Piaget tahap-tahap perkembangan intelektual peserta didik, adalah setiap manusia akan mengalami urutan perkembangan intelektual dan dengan urutan yang sama, tahap perkembangan menunjukkan adanya tingkah laku intelektual, serta gerak melalui tahapan tersebut dilengkapi oleh keseimbangan, proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman dan struktur kognitif yang timbul.
6) Kemampuan Awal, merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang lebih rendah terlebih dahulu harus dimiliki oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang baru. Kemampuan ini bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan yang lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga bersifat individual. Cara untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik yaitu dengan dilakukan pre tes atau tes awal dan juga wawancara.
7) Gaya Belajar, cara yang cenderung digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari pemberi informasi. Gaya belajar dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual, auditif, dan kinestetik.
8) Motivasi, suatu kondisi yang menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah serta ketahanan pada tingkah laku tersebut. Motivasi terkadang timbul dari dalam diri individu sendiri dan terkadang juga muncul karena faktor luar dirinya sendiri.
9) Perkembangan Emosi, sebagai munculnya perasaan dengan perubahan yang terjadi pada tubuh, misalnya otot menegang dan jantung berdebar. Dengan adanya emosi peserta didik dapat merasakan sedih, takut, senang, aman, semangat, dan sebagainya.
10) Perkembangan Sosial, kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Peserta didik dalam perkembangan sosial dapat dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi masyarakat dilingkungannya.
11) Perkembangan Moral dan Spiri6, yang moralitas dalam diri peserta didik dapat tingkat yanh paling rendah menuju ke tingkatan yang lebih tinggi seiring dengan kedewasaannya. Menurut Kohlberg, perkembangan moral peserta terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu 6-10 tahun, 10-17 tahun, dan 17-28 tahun.
12) Perkembangan Motorik, menurut Hurlock adalah perkembangan gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkordinasi. Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, yang mana gerakan individu itu meningkat dari keadaan sederhana kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan baik.
Sumber bahan bacaan :
https://bertema.com/jenis-karakteristik-peserta-didik-wajib-dipahami-guru
https://buguruku.com/pengertian-karakteristik-peserta-didik/