Sabtu, 23 April 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Karakteristik Peserta Didik" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Karakteristik Peserta Didik. Perlu diketahui terlebih dahulu pengertian dari karakteristik itu sendiri, yang karakteristik berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang dengan sifatnya yang relatif tetap. Jadi, karakteristik peserta didik bisa diartikan keseluruhan pola kelakuan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya. Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) mengemukakan karakteristik peserta didik adalah latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum,  ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani  serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar. Dapat disimpulkan dari pengertian diatas bahwa karakteristik peserta didik adalah untuk lebih mengenal ciri-ciri dari setiap peserta didik, yang mana nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dari melihat ciri-ciri setiap peserta didik tersebut. Ini bertujuan untuk memberikan informasi penting yang dapat dijadikan bahan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran. 

Suatu proses dalam pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak itu tergantung oleh seberapa tingginya tingkat pemahaman pendidik atau guru tentang karakteristik yang dimiliki setiap peserta didiknya. Karena pemahaman pendidik tentang karakteristik peserta didiknya itu sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang harus dilakukan, dan juga penilaian yang tepat atau benar bagi peserta didik. Dilihat dari sinilah sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan atau bahan para pendidik dalam melaksanakan seluruh aktivitas pembelajaran dan tugasnya dalam menjadi pendidik. Untuk itu kita perlu ketahui jenis atau ragam dari karakteristik peserta didik, yang mana jenisnya meliputi etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, serta perkembangan motorik. 

Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai jenis atau ragam dari karakteristik peserta didik tersebut, berikut inilah penjelasan dari jenis-jenis yang telah disebut diatas. 

1) Etnik atau etnis atau suku bangsa, bahwa dalam kelas bahkan sekolah tertentu pasti terdapat beragam suku bangsa atau etnik, diantaranya seperti dalam satu kelas memiliki peserta didik etnik Jawa, Madura, Sunda, Bali, Minang, Bugis, dan lain sebagainya. Nah, bagi pendidik perlu memperhatikan jenis etnik aa saja yang terdapat dalam kelasnya untuk melakukan proses pembelajaran. Data mengenai keberagaman etnik di kelasnya menjadi informasi yang sangat penting bahkan berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Bagi seorang pendidik dalam menghadapi peserta didik yang hanya satu etnik dikelasnya tidak sesulit yang beragam etnik atau mukti etnik. Proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik haruslah dapat menggunakan bahasa yang dapat dimengerti atau dipahami oleh semua peserta didiknya, apalagi ketika memberikan contoh dalam materi yang sedang dibahas hendaknya contoh yang dapat dipahami oleh semuanya. 

2) Kultural atau budaya, peserta didik yang juga merupakan anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah pasti mendukung budaya tersebut. Budaya yang ada ini sangatlah beragam, diantaranya seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang para pendidik hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang dihadapi merupakan kelas multikultural. 

3) Status Sosial, di suatu kelas biasanya terdapat peserta didik yang berasal dari status sosial atau perekonomian yang berbeda-beda. Peserta didik yang bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Dari perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri terkadang dijumpai status sosial yang berbeda bisa menghambat peserta didik dalam belajar kelompok. Jadi, implikasinya pendidik harus bersikap atau mampu bertindak adil. 

4) Minat, merupakan suatu sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan yang dipilihnya. Minat belajar peserta didik juga memegang peranan penting, sehingga dibutuhkan untuk terus mengembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik. 

5) Perkembangan Kognitif yang dimiliki peserta didik akan mempengaruhi guru dalam memilih dan menggunakan pendekatan pembelajaran, metode, media dan jenis evaluasi. Menurut Piaget tahap-tahap perkembangan intelektual peserta didik, adalah setiap manusia akan mengalami urutan perkembangan intelektual dan dengan urutan yang sama, tahap perkembangan menunjukkan adanya tingkah laku intelektual, serta gerak melalui tahapan tersebut dilengkapi oleh keseimbangan, proses pengembangan yang menguraikan tentang interaksi antara pengalaman dan struktur kognitif yang timbul. 

6) Kemampuan Awal, merupakan keadaan pengetahuan dan keterampilan yang lebih rendah terlebih dahulu harus dimiliki oleh peserta didik sebelum mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang baru. Kemampuan ini bersifat individual, artinya berbeda antara peserta didik satu dengan yang lainnya, sehingga untuk mengetahuinya juga bersifat individual. Cara untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik yaitu dengan dilakukan pre tes atau tes awal dan juga wawancara. 

7) Gaya Belajar, cara yang cenderung digunakan oleh peserta didik dalam menerima, mengatur, dan memproses informasi atau pesan dari pemberi informasi. Gaya belajar dikelompokkan menjadi tiga yaitu visual, auditif, dan kinestetik. 

8) Motivasi, suatu kondisi yang menimbulkan perilaku tertentu, dan yang memberi arah serta ketahanan pada tingkah laku tersebut. Motivasi terkadang timbul dari dalam diri individu sendiri dan terkadang juga muncul karena faktor luar dirinya sendiri. 

9) Perkembangan Emosi, sebagai munculnya perasaan dengan perubahan yang terjadi pada tubuh, misalnya otot menegang dan jantung berdebar. Dengan adanya emosi peserta didik dapat merasakan sedih, takut, senang, aman, semangat, dan sebagainya. 

10) Perkembangan Sosial, kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Peserta didik dalam perkembangan sosial dapat dilihat dari tingkatan kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain dan menjadi masyarakat dilingkungannya. 

11) Perkembangan Moral dan Spiri6, yang moralitas dalam diri peserta didik dapat tingkat yanh paling rendah menuju ke tingkatan yang lebih tinggi seiring dengan kedewasaannya. Menurut Kohlberg, perkembangan moral peserta terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu 6-10 tahun, 10-17 tahun, dan 17-28 tahun. 

12) Perkembangan Motorik, menurut Hurlock adalah perkembangan gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkordinasi. Perkembangan motorik merupakan proses yang sejalan dengan bertambahnya usia secara bertahap dan berkesinambungan, yang mana gerakan individu itu meningkat dari keadaan sederhana kearah penguasaan keterampilan motorik yang kompleks dan terorganisir dengan baik. 


Sumber bahan bacaan :

https://bertema.com/jenis-karakteristik-peserta-didik-wajib-dipahami-guru

https://buguruku.com/pengertian-karakteristik-peserta-didik/

Sabtu, 16 April 2022

Laporan Bacaan Mengenai "4 Kompetensi Guru Profesional" dalam Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang 4 Kompetensi Guru Profesional. Yang mana guru merupakan pilar pendidikan, maksudnya ialah guru memiliki beban tugas yang lumayan berat tidak hanya bertanggung jawab kepada peserta didik tapi juga kepada negara. Guru bahkan memiliki peran yang penting dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Menurut Sudarmanto (2009: 45), kompetensi adalah atribut untuk meletakkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas baik dan juga unggul. Atribut tersebut meliputi keterampilan, pengetahuan, dan keahlian atau karakteristik tertentu. 

Nah, definisi kompetensi guru itu sendiri adalah kemampuan seorang guru untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik serta bertanggung jawab. Karena keberhasilan pendidikan di suatu negara itu sangat dipengaruhi oleh peran strategis para guru. Itulah yang menjadi alasan kompetensi guru harus terus ditingkatkan dengan seiring perkembangan zaman. Guru juga sebagai agen pembelajaran yaitu guru berperan sebagai fasilitator, motivator, pemberi inspirasi, dan perekayasa pembelajaran bagi peserta didik. 

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang memiliki tugas utama yaitu mendidik, membimbing, mengajar, menilai, melatih, dan mengevaluasi peserta didik dimulai dari pendidikan usia dini, lanjut ke pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan formal. Sedangkan dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 pasal 8, dituliskan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh guru atau juga dosen, diantaranya :

- kualitas akademik, minimal lulus jenjang pendidikan sarjana atau diploma 4

- kompetensi, yang akan ditekankan lagi pada saat pendidikan profesi guru

- sertifikat pendidik, diberikan setelah melaksanakan sertifikasi guru dan dinyatakan sudah bisa memenuhi standar profesional

- sehat secara jasmani dan rohani

- memiliki kemampuan, untuk mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional

Dalam UU yang sama yaitu Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 pasal 8, bahwa kompetensi guru itu meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, yang mana akan kita dapatkan jika mengikuti pendidikan profesi. Empat kompetensi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Kompetensi kepribadian, kompetensi ini berkaitan dengan karakter personal atau kemampuan personal yang dapat mencerminkan kepribadian seseorang yang dewasa, berwibawa, sabar, disiplin, jujur, rendah hati, berakhlak mulia, dan juga dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Selain menjadi teladan bagi para siswanya, guru juga harus mampu mendidik para siswanya agar memiliki perilaku yang baik dan terpuji. 

Kompetensi kepribadian terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah:

- kepribadian yang stabil dan mantap, maksudnya adalah seorang guru itu harus bertindak sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat setempat, dan juga menjadi guru haruslah bangga, serta konsisten dalam bertindak sesuai dengan aturan yang berlaku. 

- kepribadian yang dewasa, maksudnya adalah seorang guru harus menampilkan sifat yang mandiri dalam melakukan tindakan sebagai seorang pendidik dan memiliki semangat kerja yang tinggi sebagai seorang guru. 

- kepribadian yang arif, maksudnya adalah seorang guru harus menampilkan tindakan berdasarkan manfaat bagi peserta didik, sekolah dan juga masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan melakukan tindakan. 

- kepribadian yang berwibawa, maksudnya adalah seorang guru harus memiliki perilaku yang bisa memberikan pengaruh positif dan disegani oleh peserta didiknya. 

- kepribadian yang berakhlak mulia dan teladan, maksudnya adalah seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku seperti iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong dan dapat menjadi teladan bagi peserta didik. 

2) Kompetensi pedagogik, kompetensi ini adalah kemampuan seorang guru dalam mengelola suatu proses pembelajaran atau interaksi belajar mengajar dengan peserta didik, seperti memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi hasil belajar peserta didik. 

Kompetensi pedagogik terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya adalah: 

- seorang guru harus memahami peserta didik dengan lebih mendalam. 

- seorang guru harus melakukan rancangan pembelajaran dalam memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, seperti menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran yang didasarkan dari karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaran.

- seorang guru harus dapat melaksanakan pembelajaran secara kondusif. 

- seorang guru harus mampu mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan, serta dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki program pembelajaran selanjutnya. 

- seorang guru harus bisa memberikan fasilitas untuk peserta didik agar dapat mengembangkan potensi akademik maupun non akademik yang mereka miliki.  

3) Kompetensi sosial, kompetensi ini berkaitan dengan keterampilan seorang guru dalam berkomunikasi, bersikap, berinteraksi, bergaul secara umum, baik itu dengan sesama guru, siswa, orang tua siswa, serta masyarakat di sekitarnya.  

Kompetensi sosial antara lain guru tidak melakukan diskriminasi terhadap agama, jenis kelamin, kondisi fisik, ras, latar belakang keluarga, dan status sosial, guru juga harus dapat berkomunikasi secara santun dengan siapapun, guru harus bisa beradaptasi di tempat bertugas, serta guru harus mampu melakukan komunikasi secara tertulis maupun lisan. 

4) Kompetensi profesional, maksud dari kompetensi ini adalah kemampuan seorang guru yang wajib dimiliki agar tugas-tugasnya dapat diselesaikan dengan baik, seperti penguasaan materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam. 

Kompetensi profesional ini meliputi penguasaan terhadap materi (konsep, struktur, pola pikir keilmuan yang dapat mendukung pembelajaran yang dikuasai), penguasaan terhadap standar kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan pembelajaran dari suatu pelajaran yang diampu, mampu mengembangkan materi pelajaran dengan kreatif, mampu bertindak reflektif demi mengembangkan ke profesionalan secara berkelanjutan, serta mampu menggunakan dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran juga pengembangan diri.  


Sumber bahan bacaan :

https://gurubinar.id/blog/4-kompetensi-guru-yang-wajib-dimiliki-oleh-calon-guru?blog_id=53#:~:text=Dalam%20Undang%2DUndang%20Republik%20Indonesia%20nomor%2014%20tahun%202005%20pasal,didapatkan%20jika%20mengikuti%20pendidikan%20profesi

https://pintek.id/blog/kompetensi-guru/

Sabtu, 09 April 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Manajemen Kelas" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Program Studi Pendidikan Agama Islam, semester 4, kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Manajemen Kelas. Yang mana manajemen itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 909-910) memiliki dua artian, yang pertama manajemen adalah proses pemakaian sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan, dan yang kedua manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan, kelas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008: 669) adalah ruang tempat belajar di sekolah. Yang mana kelas ini merupakan sebuah ruangan yang berisi beberapa meja, kursi, papan tulis dan alat lainnya yang digunakan guru ataupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah proses pengelolaan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien. Manajemen kelas merupakan salah satu persyaratan penting yang dapat menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Dan juga manajemen kelas itu salah satu yang menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa. Oleh karena itu, sudah terlihat jelas bahwa peran guru dalam manajemen kelas itu sangat berpengaruh pada keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. 

Dalam definisi lain, manajemen kelas adalah seni dan praktis kerja yang dilakukan oleh guru, baik secara individu atau dengan orang lain maupun melalui orang lain seperti tim pengajar dengan teman sejawat atau juga siswa sendiri, yang mana bertujuan untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Manajemen kelas ini sendiri memiliki proses yakni perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan atau evaluasi. Maksud dari perencanaan disini ialah perencanaan pembelajaran yang meliputi program tahunan, program semester, silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran dan lain sebagainya. Selanjutnya, pelaksanaan disini bermakna proses pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa di dalam kelas. Sedangkan pengawasan atau evaluasi pembelajaran ini teridiri dari dua jenis yaitu evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. 

Menurut Johnson dan Bany (1970), manajemen kelas pada konsepsi lama itu diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Yang mana guru pada konsepsi lama ini bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual atau perseorangan. Sedangkan manajemen kelas pada konsepsi modern adalah proses seleksi menggunakan alat yang tepat terhadap masalah dan situasi manajemen kelas. 

Penciptaan kelas yang nyaman merupakan salah satu upaya dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan rangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan atau memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik itu dapat belajar dengan baik. Keefektifan manajemen kelas sangat tergantung kepada bagaimana guru memahami situasi kelas dan pelaksanaan pembelajarannya. 

Contoh kelas yang tidak baik dan perlu untuk dihindari itu jika guru mengajar tanpa menyiapkan satuan pelajaran, tanpa media, tanpa metode, keadaan kelas yang tenang tanpa aktivitas para siswa dalam mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajar demi tercapainya tujuan belajar. Nah, dengan adanya perubahan tuntutan kondisi atau ketertiban kelas agar proses belajar lebih berkualitas, maka guru perlu mengetahui manajemen kelas dalam proses belajar. Di setiap proses pembelajaran yang dengan menggunakan metode, media, pendekatan tertentu itu menuntut suasana kelas tertentu pula. 

Tujuan dari manajemen kelas ialah menciptakan suasana atau kondisi yang memungkinkan dapat berlangsungnya proses belajar yang efektif bagi siswa dalam kelas. Sebagaimana menurut Djamarah dan Zain (2010: 178), dengan menyediakan fasilitas berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Di mana fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan tersendiri, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. Sedangkan menurut Arikunto (1988: 68), tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga dapat tercapai segera tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. 

Adapun kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas, yang mana ini sebagai aspek-aspek manajemen kelas, diantaranya adalah mengecek kehadiran siswa, mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, lalu memeriksa dan menilai hasil pekerjaan tersebut, pendistribusian alat dan bahan, mengumpulkan informasi siswa, mencatat data, menyampaikan materi pelajaran dan memberikan tugas atau pekerjaan rumah pada siswa. 

Masalah atau kasus yang ditemui guru pada manajemen kelas diantaranya adalah seperti tingkat penguasaan materi oleh siswa di dalam kelas misalnya materi pelajaran yang diberikan pada siswa terlalu sulit dipahami sehingga tidak bisa diikuti oleh siswa, untuk itu lakukanlah penyesuaian agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik. Selanjutnya fasilitas yang diperlukan misalnya alat, media, bahan, tempat, dan lain sebagainya akan memungkinkan siswa belajar dengan semangat. Kondisi siswa misalnya siswa yang belajar kelihatan sudah capek atau lesu dan tidak bersemangat lagi dalam mengikuti pelajaran, hal ini dapat mempengaruhi situasi dalam kelas. Dan yang terakhir teknik mengajar guru misalnya guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang membosankan membuat suasana kelas jadi tidak menyenangkan. 

Manajemen kelas ditujukan pada kegiatan yang menciptakan suasana dan menjaga kondisi kelas dengan optimal terhadap terjadinya proses belajar siswa, seperti dengan membentuk hubungan yang baik antara guru dan siswa, pengaturan lingkungan pembelajaran, seperti tempat duduk, perlengkapan alat dan bahan untuk mengajar, pengaturan dalam memberikan tugas, dan seluruh kegiatan dalam lingkungan kelas. 

Untuk itu, jadilah guru yang profesional dalam mengelola kelas, membuat suasana yang kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. 


Sumber bahan bacaan :

https://www.dosenpendidikan.co.id/manajemen-kelas/

http://fip.um.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/1_Konsep-Dasar-Mnj-Kelas.pdf

Sabtu, 02 April 2022

Laporan Bacaan Mengenai "Manajemen Sekolah" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam, semester 4 kelas I. Ini laporan setelah saya membaca tentang Manajemen Sekolah. Yang mana manajemen sekolah ini adalah salah satu kegiatan pengelolaan proses pendidikan dalam suatu sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang baik. Pengelolaan tersebut dilakukan dengan merencanakan, mengorganisasikan, mengajar atau melaksanakan, dan mengawasinya agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Adanya manajemen sekolah ini agar dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan kinerja sekolah, yang juga didalamnya terdapat keterlibatan guru, siswa, warga sekolah, bahkan masyarakat sekitar. Karena jika semakin baik manajemen sekolah, maka mutu pendidikan sekolah tersebut juga akan semakin baik. Selain meningkatkan mutu pendidikan, manajemen sekolah juga dapat meningkatkan partisipasi sekolah dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan, sekolah juga memastikan keterlibatan staf, orang tua siswa, siswa itu sendiri, serta masyarakat sekitar. 

Manajemen sekolah memiliki dua aspek, yakni aspek eksternal yang mana berhubungan dengan pihak yang ada dilingkungan luar sekolah, seperti masyarakat setempat atau sekitarnya, RT atau RW setempat (pemimpin masyarakat), kepala daerah, hingga pemerintahan yang berkaitan langsung dengan fungsi sekolah. Kemudian yang kedua aspek internal, nah ini lebih ke semua yang ada disekolah, seperti gedung sekolah itu sendiri, kelas-kelas, organisasi yang ada disekolah, kepada sekolah, guru, siswa, staf tata usaha, dan juga semua pihak yang ada disekolah, yang mempunyai peran dalam membantu kemajuan sekolah. 

Manajemen sekolah berfungsi untuk memberikan kebebasan dan kekuatan yang besar dalam menjaga sekolah serta berbagai tanggung jawab yang harus dipegang dan dilaksanakan. Inilah beberapa tanggung jawab tersebut diantaranya mengembangkan strategi manajemen sekolah, kemudian sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru dan memungkinkan guru itu untuk terus fokus pada lebih banyak tantangan yang akan dihadapinya. Selain itu, menurut G. R. Terry mengatakan bahwa terdapat empat fungsi manajemen sekolah, diantaranya perencanaan atau planning, pengorganisasian atau organizing, pelaksanaan atau actuating, dan pengawasan atau controling. Secara garis besar, para ahli lainnya juga memaparkan fungsi manajemen sekolah yang sama atau serupa. 

Sementara itu, Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas mengemukakan bahwa terdapat beberapa bidang kegiatan dalam manajemen sekolah, antara lain :

1. Manajemen kurikulum, ini merupakan aspek utama dalam sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Prinsip dasar dalam manajemen kurikulum ini adalah mengusahakan agar kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan alur kerja yang telah ditentukan. Terdapat empat  tahapan di manajemen kurikulum ini, diantaranya merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, serta mengendalikan. 

2. Manajemen kesiswaan, yang mana berfungsi untuk mengatur segala sesuatu tentang siswa yang juga menjadi bagian dari organisasi sekolah. Manajemen kesiswaan ini berbicara tentang bagaimana seharusnya para siswa itu diperlakukan, bagaimana guru harus mengamati kondisi masing-masing siswa, mengakui perbedaan yang ada dalam diri masing-masing siswa, bagaimana caranya dalam memberikan motivasi supaya siswa mau belajar bahkan dengan semangat yang tinggi, dan bagaimana guru mampu membantu siswa dalam mengembangkan potensi dalam dirinya masing-masing. 

3. Manajemen personalia, berbicara tentang bagaimana meningkatkan kualitas sekolah dengan memanfaatkan sumber daya manusia terbaik, dan bagaimana menciptakan budaya ketika kerja atau mengajar yang sehat agar semua pihak yang terlibat bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan, juga dengan memberikan yang terbaik buat kemajuan sekolah. 

4. Manajemen keuangan, ini sudah pasti berkaitan tentang seputaran dana yang masuk dan yang keluar, dan bagaimana caranya menciptakan peraturan yang mampu memberikan keuntungan supaya sekolah bisa tetap beroperasi atau berjalan dengan baik. 

5. Manajemen infrastruktur, manajemen ini mengatur segala infrastruktur yang ada di sekolah, kemudian mendata, merawat seluruh sarana dan prasarana yang ada di dalam sekolah secara teratur sesuai waktu yang ditetapkan, dan tata cara dalam merawat serta memperbarui data-datanya. 

Untuk membuat manajemen sekolah yang baik tentu yang perlu dilakukan yaitu diskusi bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari pihak yang akan terlibat nantinya. Selain berusaha untuk memenuhi segala aaspe-aspek pada manajemen sekolah, usahakan juga untuk membuat manajemen yang dalam artian bisa diperbarui atau dapat diganti ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak atau mengganti manajemen sekolah, yang tentunya ke arah yang lebih baik. 

Selanjutnya untuk manfaat pada manajemen sekolah oleh Departemen Pendidikan Nasional diantaranya adalah meningkatkan kesadaran untuk memberikan pendidikan antara masyarakat dan warga sekolah dalam pengambilan keputusan bersama, terus mengembangkan perhatian atau tanggapan sekolah kepada orang tua, masyarakat dan juga pemerintah terhadap mutu sekolah, serta memperkuat persaingan yang sehat antar sekolah untuk tercapainya mutu pendidikan yang diharapkan. 

Prinsip-prinsip dalam manajemen sekolah, diantaranya adalah prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif manusia. Yang pertama prinsip ekuifinalitas, yang mana ini merupakan prinsip dasar yang sesuai dengan teori pada bisnis modern. Pada prinsip ini, manajemen sekolah itu menekankan pada fleksibilitas, sehingga sekolah diharuskan warga sekolah yang mengelola dalam setiap situasi. Yang kedua prinsip desentralisasi, prinsip ini sejalan dengan prinsip kesetaraan. Prinsip ini didasarkan pada teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan kegiatan pendidikan itu tidak dapat menghindari kesulitan dan juga masalah. Yang mana, pendidikan itu merupakan persoalan yang kompleks dan kompleks ini memerlukan desentralisasi untuk melaksanakannya. Yang ketiga prinsip sistem pengelolaan mandiri, prinsip ini berkaitan dengan asas desentralisasi sebelumnya. Dimana ketika sekolah menghadapi masalah, mereka harus menyelesaikan masalah tersebut dengan caranya sendiri. Dan prinsip yang terakhir yaitu prinsip inisiatif manusia. Dalam sudut pandang prinsip ini, kepemimpinan sekolah itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang sesuai di mana warga sekolah bisa bekerja dengan baik serta mengembangkan potensi mereka. Oleh sebab itu, peningkatan mutu pendidikan ini dapat dinilai dari segi pengembangan sumber daya manusia. Prinsip ini mengakui bahwa sumber daya yang dinamis, tetapi bukan sumber daya yang statis. 

Sekian laporan bacaan saya, kurang lebihnya saya mohon maaf dan terima kasih. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 


Sumber bahan bacaan :

https://seonindonesia.com/manajemen-sekolah-2/

https://pijarsekolah.id/manajemen-sekolah-sebagai-mengembangkan-pendidikan-sekolah/

Laporan Bacaan Mengenai "Perangkat Pembelajaran" Pada Mata Kuliah Magang 1

Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.  Nama saya Agustina, mahasiswa IAIN Pontianak, Fakultas Tarbiya...